Thursday, November 08, 2012

Ketika Paul Simon menginginkan warna asli Afrika

KALAU ada yang punya album Graceland-nya Paul Simon, anda akan mendengarkan unsur Afrika yang kental dalam lagu-lagunya. Dan nampaknya begitulah warna lagu-lagunya setelah album ini. Warna Afrika yang ditampilkan Paul Simon itu berbeda, sangat berbeda dari musisi Afro America kebanyakan. 

Kalau Paul mau saja mungkin dia bisa melibatkan musisi Afro Amerika dalam album-albumnya, tetapi ia tidak melakukan hal itu melainkan memilih pergi ke Afrika Selatan untuk menemukan musisi di sana untuk terlibat dalam albumnya. 

Ceritanya dimulai ketika Paul Simon menginginkan suara yang kaya dan halus untuk vocal "lie-lie-lie” dalam lagu "The Boxer," gema ruang studio tidak mampu melakukannya, sehingga ia dan Art Garfunkel mengepak peralatan studio mereka dan men-set up rekaman di sebuah gereja. Mereka menghabiskan sehari penuh merekam suku kata-suku kata itu dengan sempurna.


Simon dan Mariam Makeba dlm konser di Zimbabwe. 
Paul Simon dan group LadySmith Black Mambazo.
Pada tahun 1984 seorang teman memberinya kaset musik Afrika Selatan yang berjudul Gumboots: Accordion Jive Hits # 2, dan ia mendengarkannya berulangkali. Untuk album berikutnya, yang ia inginkan adalah suara seperti dalam kaset itu, bukan suara seperti yang dihasilkan oleh orang-orang di New York memainkan musik Afrika, tetapi musisi Afrika yang ia dengar dalam rekaman itu. Akhirnya setahun kemudian ia pergi ke Afrika Selatan untuk menemukan mereka. 
Saat itu Apartheid masih berkuasa di Afrika Selatan dan Nelson Mandela masih dalam penjara tapi Paul Simon bertekad untuk mendapatkan warna musik yang demikian. Pada awalnya tidak mudah ia mendapatkan dukungan dari para musisi Afsel. Ada oposisi yang kuat pada kunjungan Paul Simon di Afrika Selatan. Meskipun ia punya niat baik, ia tidak bertemu dengan para pemimpin politik hitam sebelum ia pergi dan banyak yang merasa bahwa ia mengganggu perjuangan mereka melawan Apartheid dan menggunakan bakat lokal mereka untuk keuntungan pribadi.

Namun singkat cerita ia bisa bertemu para musisi Afsel dan apa yang ia dapatkan kemudian menjadi fondasi dari album Graceland, yang 25 tahun kemudian menjadi sebuah kemenangan musik dan budaya.
Dalam perjalanannya mencari warna Africa asli, Paul Simon bertemu dengan musisi Afrika seperti Mariam Makeba, dan group LadySmith Black Mambazo yang turut dalam world tournya Simon.
Dalam pengakuan Paul Simon, niatnya untuk mencari para musisi Afrika Selatan adalah benar-benar niat yang egaliter. 
"Expresi yang paling tulus dari perhargaan saya terhadap para musisi ini, bukanlah pergi sana dan bilang kepada mereka: 'biarkan saya menggambarkan penderitaanmu dan bebanmu. Dan aku akan melakukannya untuk kalian,'" kata Paul Simon dalam wawancara dibawah ini. 



"Ide saya adalah 'mereka memainkan bagian mereka yang terbaik dan saya akan melakukan bagian saya yang terbaik. Saya akan melakukan bagian saya yang terbaik. Saya tidak datang ke sini berjanji untuk melakukan sesuatu apapun selain dari membuat rekaman yang bagus. Mereka tidak bilang 'datanglah engkau dan ceritakan kisah kami.' Mereka hanya bilang 'ya datanglah dan kami akan bermain dengan anda.'"
Paul memang punya ketidaksukaan terhadap lagu-lagu yang menggurui. Baginya musisi harus bisa mengekpresikan kemarahan terhadap politik aparteid dalam musik.  
"Dalam kasus keseluruhan pengalaman Graceland,  dan keseluruhan argument yang berkembang dalam tahap-tahap awal, sesungguh adalah tetang bagaimana mengekspresikan kemarahan terhadap dosa-dosa apartheid. Akankah engkau ke sana dan bilang 'saya punya kemarahan yang sangat besar terhadap aparteid?' Wel, baiklah jika kamu bisa mengatakannya secara musikal. [Tetapi] Jika kamu tidak bisa mengatakannya secara musikal, itu adalah sebuah kegagalan dan tak ada yang akan mendengarkan anda." katanya.
Bagaimana Paulus Simon menarik warna musik atau musik Afrika ini keluar, diceritakan dalam film dokumenter Under African Skies, yang merupakan bagian dari the Graceland 25th Anniversary Box Set, yang juga memasukkan rekaman konser dari tur Graceland dan lagu-lagu yang belum pernah dirilis.

Kalau ada melihat kedua video dibawah ini, tampak sekali bagaiamana warna Afrika itu begitu dominan dan bukan warna Afrika seperti yang kita dengar dari Boney M, Marley and Wailers atau musisi Afro Amerika lainnya. Dan kolaborasi mereka sungguh egaliter, seperti yang dikatakan Paul Simon: 
"Saya hanya ingin membuat rekaman yang sangat bagus dengan sekelompok musisi habat dan membawa mereja keluar dan manggung di seluruh dunia, dan apa yang kemudian anda lihat adalah seorang kulit putih bermain sangat percaya diri dengan musisi kulit hitam, yang sesungguhnya kebalikan dari apa yang dipertahankan oleh aparteid." [**]




No comments:

Today in History