Monday, December 31, 2012

Ia tak berat, ia saudaraku

"He ain't heavy, he's my brother."
Apa yang pikirkan ketika anda selesai membaca kalimat di atas? Kalimat di atas adalah judul sebuah lagu, dan banyak orang setelah membaca judul itu atau mendengarkan lagu tersebut, biasanya menginterpretasi secara berbeda.

Para bocah mengusung peti jenazah teman mereka Delvis Vasquez dalam pemakaman 10 anggota keluarga Vasquez yang meninggal ketika sebuah gempa bumi berkekuatan 7.4 skala richter menimpa San Cristobal Cucho, Guatemala pada Jumat, 9 November 2012. Gempa yang berlansung dua hari sebelumnya itu menewaskan 52 orang dan ratusan orang masih dinyatakan hilang. (AP/Moises Castillo)
Ada yang menghubungkan lagu ini dengan seseorang yang mengangkat peti jenazah saudaranya. Ada yang mengatakan lagu terinspirasi dari kata-kata seorang prajurit yang menggendong temannya yang mati di punggungnya dan ketika Santo Petrus bertanya: “tidakkah lelaki di punggungmu itu berat?”, ia menjawab: “Ia tidak berat, Ia saudaraku”. Ada juga yang menghubungkan lagu ini dengan “saudara” dalam pengertian metaforikal di mana kita menolong seseorang bukan karena kewajiban tetapi karena rasa cinta kita kepada orang itu. Ada pula yang menghubungkan dengan dukungan terhadap seorang teman di masa-masa sulit. Anda bisa membuktikan ke mana arah interpretasi orang sehubungan dengan lagu itu, cukup dengan mengetik judul lagu ini di mesin pencari Google dan buktikan gambar apa yang anda temukan. Hampir semua behubungan dengan pengasuhan anak oleh saudaranya, brotherhood dalam situasi perang, brotherhood dalam situasi normal atau memanggul peti jenazah.
Hits album The Hollies

"He Ain't Heavy... He's My Brother" adalah sebuah lagu ballad yang ditulis  Bobby Scott dan Bob Russell. Awalnya direkam oleh Kelly Gordon di tahun 1969, namun setahun kemudian lagu ini menjadi worldwide hit bagi kelompok The Hollies, dan kemudian menjadi hits lagi setelah dinyanyikan oleh Neil Diamond in 1970. Scott dan Russell diperkenalkan satu sama lain oleh Johnny Mercer, di sebuah nightclub di California. Walaupun Russell sedang menderita kanker lympa and bahwa keduanya hanya bertemu tiga kali, mereka bisa bekerjasama untuk menyelesaikan penulisan lagu ini.

Ada beberapa event yang sering dihubungan dengan judul lagu ini. Pertama, sebuah terbitan di tahun 1918 oleh Ralph Waldo Trine yang berjudul "The Higher Powers of Mind and Spirit" dimana ia menghubungkan anekdot-anekdot berikut ini: "Do you know that incident in connection with the little Scottish girl? She was trudging along, carrying as best she could a boy younger, but it seemed almost as big as she herself, when one remarked to her how heavy he must be for her to carry, when instantly came the reply: 'He's na heavy. He's mi brither.'"

Peristiwa lain adalah judul sebuah kolom. Editor Kiwanis magazine, Roe Fulkerson, menerbitkan sebuah kolom di bulan September 1924 dengan judul "He Ain't Heavy, He's My Brother"; yang merupakan variasi dari kata-kata yang telah muncul dalam sebuah buku sekitar tahun 1884. Dalam halaman 163 dari buku berjudul The Parablesof Jesus, James Wells menulis  “No: he’s not heavy; he’s my brother.”
Father Edward J. Flanagan

Namun yang paling punya cerita adalah hubungan antara frasa ini dengan pastor katholik Father Edward J.Flanagan, yang mendirikan Boys Town, sebuah komunitas untuk anak-anak terlantar di Omaha, Nebraska pada tahun 1917. Flanagan menemukan gambar seorang anak yang menggendong suadaranya pada majalah Louis Allis Messenger edisi Natal 1941 dengan keterangan gambar: "He ain't heavy Mr., he's my brother!" Gambar itu dibuat oleh Mr. Van B. Hooper  yang kemudian menjadi editor Ideals. Gambar itu dicetak lagi pada edisi perdana Ideals di bulan Desember 1944.

Flanagan berpikir bahwa gambar itu menggambarkan semangat dari apa yang dilakukan di Boys Town kemudian ia mendapatkan izin di bulan August 1943 untuk mereproduksi gambar itu dalam bentuk berwarna dengan caption: "He ain't heavy, Father . . . he's m' brother."   Flanagan untuk mendapat izin untuk membuat patung dari gambar itu. Patung dan frasa itu kemudian menjadi logi dan motto Boys Town.
Kehidupan Father Flanagan difilmkan pada tahun 1938 dengan judul Boys Town dan Spencer Tracy yang memerankan Flanagan memenangkan Academy Award untuk kategori Aktor Terbaik.

Media massa US juga pernah menghubungkan frasa ini dengan veteran perang Vietnam. Konon, sang prajurit dan kompinya memasuki sebuah desa yang baru saja dibombardir. Seorang anak kecil sedang menggendong jenazah seorang anak yang lebih kecil menjauh dari desa yang sedang terbakar. Seorang prajurit bertanya kenapa anak itu apakah jenazah itu tidak berat. Anak itu menjawab: "Ia tidak berat, ia adalah saudaraku.”
Mengapa lagu ini menimbulkan banyak interpretasi? Bahkan judulnya saja akan menimbulkan beragam tafsiran. Walaupun tafsiran-tafsiran itu sah saja, pertanyaannya adalah mengapa?

Frasa itu sebenarnya adalah sebuah figure of speech yang disebut paraprosdokian. Dalam figure of speech ini bagian kedua dari statement adalah sebuah kejutan yang  tak terduga sehingga membuat pendengar untuk menafsirkan kembali bagian pertama dari statement itu. Tehnik ini biasanya digunakan dalam effect dramatisasi atau efek lelucon, kejutan yang membuat orang tertawa karena tak mengira maknanya akan begitu. Karena itulah, tehnik ini sangat populer di kalangan para komedian atau satirist. Kalau ada sering mendengar mob Papua yang selalu membuat kejutan di akhir cerita, akan akan mengerti maksudnya.

Dalam konteks frasa di atas, jelas bagian kedua tak diharapkan. Kita berpikir bahwa jika bagian pertama berbunyi “Ia tidak berat” maka bagian kedua akan dengan sendirinya berbunyi “ia ringan” atau “ia sedikit berat” atau “berat sekali”. Namun yang muncul adalah “ia (adalah) saudaraku”. Dalam konteks lelucon orang juga akan tertawa mendengar bagian kedua yang tak terduga. Tapi sayang ini bukan lelucon, ini cerita universal yang membuat semua orang berpikir. Entah tentang kesusahan dia yang menggendong, entah tentang derita dia yang digendong. Lagu ini membuat saya teringat sebuah peristiwa di tahun 2009 di mana seorang ayah di Kupang yang berjalan 10 kilometer menggendong jenazah anaknya karena tak punya uang. Peristiwa serupa juga pernah terjad di Bogor.

Kebanyakan orang  akan menempatkan diri mereka pada situasi itu atau setidaknya mencoba mengerti situasi itu. Imajinasi kita akan beranjak ke banyak hal yang bisa berhubungan dengan seorang yang mengendong saudaranya. Entah mengendongnya dalam keadaan mati atau hidup, entah menggendongnya karena cacat, sakit atau lapar. Entah menggendongnya karena lelah berjalan dan tak ada tumpangan bagi mereka, entah sedang kelaparan atau kedinginan. Entah menggedong peti jenazah orang yang dikasihi, entah menggendong dalam pengertian metaforikal. Itulah kekuatan dari paraprosdokian ini. 

Kembali ke cerita lagu di atas. Selain versi yang dinyanyikan The Hollies dan Neil Diamond, beberapa minggu lalu sekelompok musisi dan celebriti yang tergabung dalam The Justice Collective merekam sebuah versi lagu ini untuk beragam charity group yang berkaitan dengan Hillsborough disaster, sebuah bencana sepakbola di tahun 1989 yang kemudian merubah wajah manajemen keamanan dalam sepakbola Inggris selamanya. Para celebriti itu antara lain Robbie Williams, Paul McCartney, Paul Heaton dan mantan pelatih Liverpool Kenny Dalglish. Sampai notes ini saya tuliskan, lagu ini yang direlease 17 Desember 2012 ini masih menempati puncak tangga lagu di UK. Dalam pengertian tertentu, bagian terkahir dari tulisan ini adalah sebuah "paraprosdokian". Anda mengira saya bicara tentang sebuah lagu lama yang tak relevan lagi, namun sebenarnya lagu ini tetap relevan.

Selamat Natal dan Tahun baru, selamat menikmati versi Robbie William cs di bawah ini. Perhatikan bahwa di akhir video ini ada nama-nama mereka yang menjadi korban pada Hillsborough disaster. Masih ingatkah kita akan nama dua orang yang meninggal di Gelora Bung Karno pada saat SEA Games November 2011? Mungkin kita terbiasa melupakan sejarah, dan karena itu kita sering dihukum untuk mengulanginya:  



The road is long
With many a winding turn
That leads us to who knows where
Who knows when
But I'm strong
Strong enough to carry him
He ain't heavy, he's my brother

So on we go
His welfare is of my concern
No burden is he to bear
We'll get there
For I know
He would not encumber me
He ain't heavy, he's my brother

If I'm laden at all
I'm laden with sadness
That everyone's heart
Isn't filled with the gladness
Of love for one another

It's a long, long road
From which there is no return
While we're on the way to there
Why not share
And the load
Doesn't weigh me down at all
He ain't heavy, he's my brother

He's my brother
He ain't heavy, he's my brother..

2 comments:

Anonymous said...

Teringat akan almarhum Papaku.... by fritsdimu@gmail.com

Matheos Messakh said...

opa su tenang di sana kaka, tinggal kotong yang melanjutkan dong pung karya sa..

Today in History