Monday, December 12, 2011

Bertemu Papa

Semalam mimpi ketemu papa. Wajahnya jelas, kelihatan sehat, mengenakan pakaian pegawai negeri kebesarannya. Sejak papa meninggal dua tahun lalu, belum pernah mimpi ketemu muka dengan papa. Sekali pernah, namun hanya suara: memintaku membawakan seafood kegemarannya. Aku selalu merindukan bertemu papa. Kali ini papa datang kepadaku. Papa, aku tak mengerti arti mimpi ini, namun aku merindukanmu selalu papa....cucu-cucumu sedang bertumbuh. mereka adalah penggantimu yang hebat. dalam banyak hal mereka mirip papa. Aku menyayangi mereka sebagaimana aku menyayangi papa. sangat....

Tiadea di pusara Opa di Batuplat
Yang sulung, telah kau beri sebuah nama yang hebat. Nama yang akan menyertainya kemanapun ia pergi. Nama yang mengingatkankan akan jadi dirinya sebagai orang Rote dan syukur kepada Tuhan atas hidup yang diberikan. Tiadea Radakaran, sebuah paralelisme yang indah dalam bahasa Rote. Aku tak menyangka di saat upacara pemakaman papa, lagu Rote dengan syair yang menyebut nama anakku dinyanyikan. Teks nyanyian dalam bahasa Rote itu masih kusimpan.

Yang bungsu lahir hampir dua tahun setelah papa meninggalkan kami. Aku memberi namanya Rubamuri Zemira Messakh. Rubamuri adalah bahasa Sabu, bahasa ibunya yang berarti pengasihan Tuhan. Biarlah dia mendapat bagian dalam kelurga ibunya, seperti aku papa namakan Matheos, bagian
dari keluarga ibuku.Nama itu juga mengingatkan keluarga kita bahwa ada seorang saudara Foe Mbura bernama Pandi Mbura yang memilih tinggal di Sabu dalam sebuah perjalasan Foe Mbura [Benjamin Messakh] bersama beberapa orang raja Rote menuju ke Batavia dalam sebuah misi pada tahun 1730 yang mereka sebut 'mencari damai' [sangga ndolu].

Rubamuri dan saya
Aku tak memberi nama anak-anakku sesuai nama orang-orang tua kita, seperti tradisi keluarga kita, bukan karena aku tak sayang. Sudah terlalu banyak anak-anak keluarga Messakh diberi nama sedemikian. Tak heran ada banyak sekali Benjamin, Paulus, Thobias, Melkianus, Yehezkiel, Yakobus, dan Yonas. Aku menamai anakku Zemira karena itulah salah seorang cucu Benjamin [I Tawarikh 7:8]. Sampai kapanpun dan sampai di manapun dia adalah cucu Benjamin, dia tak akan bisa menggantikan Benjamin Messakh, namun dia mewarisi yang dimiliki Benjamin Messakh. Orang mungkin menyangka namanya hanyalah sebuah kebetulan, tapi sesudah besar nanti akan kuceritakan kepadanya mengapa aku menamainya demikian. Dan dia akan selalu bangga memikul nama itu, tak banyak orang tahu, namun di hatinya dia tahu bahwa dia adalah seorang cucu Benjamin yang lahir di Oebatu, Thie, pada 6 Juli 1946.

BSD, 11 Desember 2011

2 comments:

Wesly Jacob said...

Kaka ato, sonde usah artikan mimpi itu, mungkin karena kerinduan kaka yang besar terhadap bapa min makanya terbawa sampai mimpi....bapa min su bahagia di dalam pelukan Tete Manis...:)

Matheos Viktor Messakh said...

iya bo'i, benar mungkin karena ingat2 terus sama papa...

Today in History