Monday, December 05, 2011

Meriam Bellina, Pance Pondaag dan sebuah lagu natal

Di sini, aku pun sendiri
Dan masih seperti yang dulu
Kesetiaan yang kumiliki, hanya untuk dirimu
Sampai akhir hidup ini

Apapun, akan ku korbankan
Demi keutuhan engkau dan aku
Semua yang aku miliki, cinta dan kerinduan
Kasih semua untukmu

Saat ini aku pun tak ingin sendiri
Kucari bayanganmu di sudut sana
Pelukan mesra yang tulus darimu
Betapa engkau kukasihi

Di sini, aku pun sendiri
Dan masih seperti yang dulu
Kesetiaan yang kumiliki, hanya untuk dirimu
Sampai akhir hidup ini

Saat ini aku pun tak ingin sendiri
Kucari bayanganmu di sudut sana
Pelukan mesra yang tulus darimu
Betapa engkau kukasihi
Betapa engkau kukasihi

Masih ingat lagu di atas? Yang lahir tahun 80-an kemungkinan pernah mendengar lagu yang dipopulerkan Meriam Bellina ini.


"Tak Ingin Sendiri" judul lagu itu. Untuk waktu yang cukup lama aku menyukai lagu ini. Apalagi lagu ini juga menjadi original soundtrack dari sebuah film dengan judul yang sama yang dirilis tahun 1985 dengan pemeran utama Rano Karno (Pras) dan Meriam Bellina (Tika). Film yang ditulis dan disutradarai Ida Farida ini kutonton di TVRI dan tak pernah kulupa sampai sekarang apalagi ceritanya sangat melankolis. Resensinya dapat dilihat di sini [http://ngomongin-film-indonesia.blogspot.com/2011/09/tak-ingin-sendiri-1985.html].

Tapi satu saat, aku memutar lagu natal, sekitar awal 2000-an dan aku menemukan bahwa lagu yang nadanya selalu kuingat itu adalah sebuah lagu natal. Hanya lyric-nya saja yang diubah. Lagu itu adalah "When a Child is born", sebuah lagu natal populer yang melody aslinya adalah  "Soleado", sebuah nada dari tahun 1972 oleh Ciro Dammicco (alias Zacar), seorang komposer dari sebuah group Italia, Daniel Santecruz Ensemble. Lyric Inggrisnya ditulis kemudian oleh Fred Jay.

Lyric dalam bahasa Inggris telah dinyanyikan oleh banyak penyanyi namun yang paling populer mungkin adalah versi yang dinyanyikan oleh Johnny Mathis di tahun 1976. Lagu itu menjadi single top Johnny Mathis di UK, bertahan tiga minggu di puncak tangga lagu pada bulan Desember 1976 dan terjual lebih dari 850,000 copy.

Lagu ini juga ditampilkan dalam sebuah film Argentina di tahun 1975: Nazareno Cruz y el lobo (The Love Of The Wolf). Juga dijadikan "Theme From The Motion Picture "The Love Of The Wolf" dalam album Johnny Mathis "Johnny Mathis Sings The Movie Greats" yang diproduksi oleh CBS.
Artist-artis yang telah menyanyikan lagu ini antara lain:
  • Boney M. dalam album mereka Christmas Album (1981) 
  • Kenny Rogers
  • Bing Crosby
  • The Moody Blues dalam album mereka album December (2003) 
  • Cissy Houston
  • Willie Nelson
  • Tarja Turunen
  • Sarah Brightman dalam holiday CD "A Winter Symphony". (2008)
  • ACM Gospel Choir dalam Mail on Sunday giveaway CD "Christmas with the Choir". (2008)
  • Andrea Bocelli (Italia)
  • Il Divo [http://www.youtube.com/watch?v=fJFYtwiT92Y]
  • Filipino singer José Mari Chan covered the song on his holiday album, Christmas in Our Hearts.

Lyric bahasa Inggris yang sekarang terkenal adalah sbb:


A ray of hope flickers in the sky
A tiny star lights up way up high
All across the land dawns a brand new morn
This comes to pass when a child is born


A silent wish sails the seven seas
The winds of change whisper in the trees
And the walls of doubt crumble tossed and torn
This comes to pass, when a child is born


A rosy hue settles all around
You got the feel, you're on solid ground
For a spell or two no one seems forlorn
This comes to pass, when a child is born

Spoken: And all of this happens, because the world is waiting.
Waiting for one child; Black-white-yellow, no one knows...
but a child that will grow up and turn tears to laughter,
hate to love, war to peace and everyone to everyone's neighbor,
and misery and suffering will be words to be forgotten forever.


It's all a dream and illusion now,
It must come true sometime soon somehow,
All across the land dawns a brand new morn,
This comes to pass when a child is born.

Nah, sekarang apa tanggapan anda? masih ingin menyanyikan lagu itu sebagai lagu Pance Pondaag atau sebagai lagu natal? Indonesia memang biangnya pembajakan dan sebuah lagu natal yang indah telah dibajak menjadi milik sendiri....

BSD Serpong, 5 Desember 2011



5 comments:

Wesly Jacob said...

hehehehe....beta baru tau ni... kaka ato, apakah ini bisa dikategorikan sebagai plagiat??

Matheos Viktor Messakh said...

iya plagiat. tapi di Indonesia ini barang biasa, terutama dulu sebelum ada undang2 hak cipta. ada banyak lagu yang sebenarnya merupakan jiplakan. bahkan lagu "Kulihat Ibu Pertiwi" kan jiplakan dari What A friend we have in Jesus atau Yesus ada sobat kita...sekarang banyak juga yng begt, cuma sonde berani terang2an. jadi ada yang diintro, ditengah atau di sana sini jiplak...

thenypanie said...

sepanjang yang beta tau, kalau 7 not persis dianggap plagiat... waaaah beta ju harus bikin bukti hukum beta pung lagu2 dong..... :)

Wesly Jacob said...

kaka ato...b pung opa pernah juara 1 lomba cipta lagu tingkat nasional beberapa tahun sblm indonesia merdeka (b lupa tepatnya)...beliau dapat hadian sebuah piagam, alat musik akordion dan sebuah buku kumpulan lagu-lagu ciptaan para juara dari pemerintah belanda. Salah satu lagu ciptaanya adalah lagu Kemana Kancil. tp sayangnya 2 tahun lalu nada lagu ini di caplok oleh malaysia sebagai lagu asli mereka.

Matheos Viktor Messakh said...

wah harusnya protes itu. Masih ada itu piagam dong? bu bikin cerita soal itu do....

Today in History