Wednesday, June 01, 2011

Oh Ana Lote, Oh Sarisandu




Oh Sarisandu, oh ta'e ana Lote,
Sasandu haik sedang memanggil;
Dari padang-padang di Mamaluk dan mamar-mamar di Baa Dale
Dari kebun-kebun di Daeurandale sampai sawah-sawah di Lole
Dari Faifua do Ledosu ke Delamuri do Andaiko
Di tepi-tepi Danau Tua dan di lereng-lereng Lakamola;
Di atas bukit-bukit di Nusa Diu dan di tepi pasir putih di Nemberala
Dari pohon-pohon lebah di Sotimori ke rimba Kokolok


Padi dan ladang telah pergi dan mayang-mayang lontar mulai mengering
Dan engkau engkau harus pergi dan aku harus menunggu
Namun pulanglah ketika padi-padi di ladang berbisik dan menghijau bersama rumput liar dan kawanan ternak
karena aku akan tetap di sini,
di bawah terik matahari dan di bawah rindang beringin dan lontar
Oh Sarisandu, oh ana Lote, betapa aku mencintaimu

Dan jika engkau datang ketika mayang lontar mulai mengering
Dan aku telah mati, sebagaimana layaknya aku
Datanglah ke pusara di mana aku tertidur
Duduklah dan nyanyikanlah sosodak bagiku
Karena aku akan mendengarnya
Walau lembut pijakanmu di atas tanah
Dirikanlah sebuah tutus sederhana bagiku
di mana anak-anak gembala akan duduk mendendangkan sarinade tentang tanah air:
"Lete kara tada, fo dae ramado
Nunu kara londa fo piak ramdema"

Maka semua mimpiku akan menjadi hangat dan manis
Sehangat susu mama yang melahirkan aku
semanis tua matak yang disadap ayahku
Jika engkau tak gagal mengatakan padaku bahwa kau mencintaiku
Aku akan tidur dengan damai sampai engkau datang kepadaku
Dan aku pasti tidur dengan tenang sampai engkau pulang kepadaku
Oh Ana Lote, oh Sarisandu, betapa aku mencintaimu

Ketika anak-anak gembala menggiring kawanan dombanya melintas
Aku tak mendengarnya
Ketika rombongan foti hus menggemuruh di pusaraku
Aku takkan mendengarnya
Ketika sapi-sapi benggala milik bangsawan kaya itu menjejal
Aku pun tak mendengar
Namun bila ujung selimutmu menyentuh rumput-rumput di atas pusaraku
Aku akan mendengarnya
Oh Sarisandu, oh Ana Lote, betapa aku mencintaimu

BSD Tangerang, 29 April 2011



Penjelasan istilah:

-Ana Lote/ta'e ana Lote: Anak Rote
-Sarisandu: Nama laki-laki Rote dalam mithologi Rote tetanng Sasandu
-Sasandu: alat musik tradisional Rote
-Sasandu haik: Sasandu yang wadahnya terbuat dari daun lontar.
-Faifua do Ledosou: nama lain kerajaan Ringgou, kerajaan di wilayah paling timur pulau Rote
-Delamuri do Andaiko: nama lain Kerajaan Dela, kerajaan di wilayah paling barat pulau Rote.
- Sosodak: nyanyian traditional Rote yang biasa dinyanyikan mengiringi sasandu atau mengiringi gong dan tambur.
-Tutus: tugu peringatan untuk mengenang seseorang yang meninggal
-tua mata: nira lontar yang baru disadap, untuk membedakannya dari tua nasu yaitu nira yang telah dimasak.
-Foti hus: salah satu ritus traditional yang hampir punah, bagian utama ritus ini adalah lomba pacuan kuda
-"Lete kala tada fo dae lama do, nunu kala londa fo piak lamdema" adalah penggalan syair dari lagu Au sangaa fali neu Nusa Lote [Aku ingin pulang ke nusa Rote]. Terjemahannya adalah: Bukit-bukit terpele, dan tanah menjauh; [negeri dimana] pohon-pohon beringin bergelantungan dan tebing-tebing meninggi"
Credit foto: Reynold Sumayku/National Geographic Indonesia

No comments:

Today in History